Tolak Seruan "People Power', Ro'is Syuriah Slawi Rilis Statement Lewat Video

INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Seiring meningkatnya tensi politik tanah air terutama jelang keputusan KPU (22/5) dalam menentukan pemenang salah satu kontestan Pilpres 2019, diiringi dengan kegaduhan nasional seperti munculnya wacana atau bahkan seruan beberapa elit politik untuk dilancarkannya gerakan people power.

Efek dari negri gaduh tersebut, menumbuhkan rasa ketidak-nyamanan bagi sebagian kalangan sesuai dengan perspeksinya termasuk dari kalangan ulama. Ulamapun diharapkan menjadi tokoh sentral untuk dapat menentramkan masyarakatnya.

" Bahwa poeple power tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi demokrasi," Ujar KH. Muhammad Yusuf, Ro'is Syuriah kecamatan Slawi yang juga merangkap anggota Ro'is Syuriah PCNU Kabupaten Tegal yang dirilis melalui video himbauan dikirim kebeberapa awak media, Rabu (15/5).

Menurut kyai yang cukup disegani ini, bahwa sistem demokrasi karena telah menjadi konsensus bangsa maka perlu dihormati untuk dijalankan secara konskuen. Sebab kalau koridor itu dilanggar, maka hal itu dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

" People power dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita sama-sama menolak ajakan people power untuk Indonesia yang lebih maju," pungkasnya. ( Anis Yahya )

  • Whatsapp

Index Berita