Sesuai Janji, Bupati Solok Bentuk Tim terkait Permasalahan MTs.S Taratak Teleng Kabupaten Solok

INDONESIASATU.CO.ID:

SOLOK - Menyikapi permasalahan yang ada di MTs.S Taratak Teleng,Nagari Sarik Alahan Tigo,kecamatan Hilir Gumanti Kabupaten Solok,terkait dugaan perbuatan sewenang wenang Kepala sekolah tersebut yang mengeluarkan siswinya tanpa alasan yg jelas,Bupati Solok,H.Gusmal Dt.Rajo Lelo angkat bicara."Kita sudah bentuk tim dengan Kakan Kemenag untuk menindaklanjuti permasalahan ini.Dan tim sudah turun ke lokasi sekolah untuk menyelesaikannya."ujar Gusmal kepada 27/9 diruang kerjanya.

Hampir senada,Drs.H.Samsul Bahri,Kasi Penmad Kemenag Kab.Solok pun mengatakan bahwa tim sudah menyikapinya dengan tegas."Mewakili pimpinan,tim kami kemaren sudah sampai ke lokasi sekolahan tersebut terkait laporan dari orang tua murid.Kepala Sekolah sudah mengundurkan diri terkait permasalahan ini.Dan kita sudah menunjuk pengganti kepala sekolah yang baru.Secara sangsi administrasi sudah kita berikan sesuai dengan ranah dan wewenang kemenag.Namun kalau menyikapinya lebih jauh untuk urusan pribadi antara Ustad Syafii sebagai kepala sekolah yang bermasalah dengan Samsuardi,orang tua murid,itu bukan ranah dan kebijakan kami.Kami hanya bisa menyarankan agar masalah ini di mediasi oleh pihak nagari dan tokoh masyarakat Taratak Teleng.Artinya,secara instansi sudah kita lakukan.Sesuai intruksi Bupati."kata Samsul.

Kasus ini berawal dari sikap Ustad Syafii yang sebelumnya menjabat sebagai kepala sekolah MTs.S Taratak Teleng yang mengeluarkan siswinya dengan alasan yang tidak jelas dan sakit hati,beberapa waktu yang lalu.Pihak nagari,tokoh masyarakat dan ketua yayasan sendiri sudah berusaha menjembatani permasalahan ini,namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.Samsuardi,orang tua murid yang dikeluarkan merasa tidak terima."kami merasa dilecehkan,pak.Kami malu,dugaan saya hanya karena ustad Syafii kalah gugatan masalah perdata,anak dan keluarga saya jadi korban.Hal ini sudah kami laporkan ke Kakan Kemenag dan Polsek Talang babungo,dan tim kemenag sudah menyikapinya dengan baik.Tapi laporan kami di Polsek tidak diterima dengan alasan tidak ada unsur pidana,kata pak kapolsek.Saya jadi bingung kepada siapa lagi kami mengadu.Anak saya sekarang sekolah diluar daerah,malu...padahal belum pernah berpisah dari keluarga.Kami hanya menunggu itikad baik dari ustad Syafii dan yayasan yang menaungi sekolah tersebut.Kalau memang tidak ada penyelesaiannya,kasus ini akan kita lanjutkan ke ranah hukum pak."pungkas Samsuardi kepada WartaSumbar.com. (Anggit Dwi Prayoga/ Hendri) 

 

  • Whatsapp

Berita Terkait

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita