Lima Titik Rest Area di Kawasan Wisata Mandeh Direncanakan Segera Dibangun Pemkab Pesisir Selatan

INDONESIASATU.CO.ID:

PESISIR SELATAN - Pemerintah daerah kabupaten (Pemdakab) Pesisir Selatan (Pessel) rencanakan pembangunan lima titik rest area di Kawasan Wisata Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan.

Upaya itu bukan saja bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung agar memiliki lokasi sebagai tempat persinggahan, tapi juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat lokal dalam meningkatkan ekonomi melalui usaha atau jasa yang ditawarkan sebagai daerah tujuan wisata.

Hal itu disampaikan Bupati Pessel, Hedrajoni melalui Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Hadi Susilo kepada pesisirselatan.go.id Jumat (15/2).

Disampaikanya bahwa keberadaan rest area di Kawasan Wisata Mandeh sudah merupakan kebutuhan karena sudah semakin tingginya tingkat kunjungan wisata ke kawasan itu.
 
"Dengan telah tuntasnya pembangunan ruas jalan di sepanjang Kawasan Wisata Mandeh sebagai mana saat ini, maka kawasan itu tidak lagi sulit untuk diakses melalui jalur darat. Dampak positifnya, masyarakat yang berkunjung samakin banyak. Agar mereka memiliki tempat persinggahan yang nyaman, pembangunan rest area perlu dilakukan atau sudah menjadi sebuah keharusan," katanya.
 
Dia menjelaskan bahwa pembangunan lima titik rest area sebagai mana direncanakan saat ini diantaranya, di Kawasan Panorama I, Kelok Indah Mandeh, Puncak Langgani, serta dua titik di Nagari Sei Nyalo.

"Sedangkan dua titik lokasi yang terdapat di Nagari Sungai Nyalo itu, lokasinya adalah di Balai Balai Sai Nyalo, dan Kawasan Amphiteater Sei Nyalo. Lokasi itu dipilih, sebab memiliki luas yang cukup, serta juga tidak terkendala dengan pembebasan lahan," ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa rencana pembangunan lima titik rest area tersebut ditanggapi positif oleh masyarakat pemilik lahan sebagai mana rencana penempatanya.

"Saya katakan demikian, sebab empat orang pemilik lahan sudah menyatakan kesediaanya untuk menyerahkan lahan kepada Pemkab Pessel," ungkapnya.

Walau demikian, pihaknya akan melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap harga lahan yang akan dibebaskan melalui tim Appraisal.

"Tujuanya agar lahan yang dibebaskan tersebut sesuai dengan harga yang semestinya. Serta tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudiah hari," jelasnya.

Dikatakan lagi bahwa pada titik-titik rest area itu nanti, masyarakat pedagang dan pelaku wisata lokal akan diberikan pelatihan dan berbagai sosialisasi lainya tentang dunia kepariwisataan.

"Saya katakan demikian, sebab pariwisata tidak saja bisa mengandalkan potensi dan keindahan alam yang dimiliki. Tapi juga harus memiliki budaya dan kearifan lokal. Agar itu tercapai, sehingga kita juga akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat dalam mempertahankan budaya dan kearifan lokal yang ada," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa upaya itu harus dilakukan seiring dengan telah terbukanya Kawasan Wasata Mandeh untuk dikunjungi melalui jalur darat.

"Saya yakin Kawasan Wisata Mandeh akan terus menggeliat. Makanya selain peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga harus dilakukan di kawasan itu," tutupnya. (***)

  • Whatsapp

Index Berita